17 tahun evolusi wolverine: dari x

Selama memerankan Wolverine, banyak perubahan yang terjadi pada Hugh Jackman sejak film X-Men hingga Logan.

Bạn đang xem: 17 tahun evolusi wolverine: dari x


vuialo.net, Jakarta - Logan alias Wolverine merupakan salah satu karakter supernhân vật Marvel yang erat dengan kisah-kisah X-Men baik itu komik maupun film animađê mê. Maka, wajar ketika film X-Men dirilis padomain authority 2000 lalu, Wolverine ikut ambil bagian sebasợi tokoh utama dengan Hugh Jackman sebasợi thanh lịch aktor.

Hugh Jackman muncul lagi sebatua Wolverine di film kedua, X2: X-Men United dan film ketiga, X-Men: The Last Stand. Kemunculan Wolverine sebagai karakter sentral X-Men, terus dikembangkan melalui film solonya yang diawali dengan X-Men Origins: Wolverine yang rilis padomain authority 2009. Di situ, asal usul Logan disampaikan secara jelas sejak abad ke-19.

*

Pertama kali muncul di film X-Men, Wolverine digambarkan sebagai petarung bawah tanah yang tak terkalahkan. Kala itu, penampilan Hugh Jackman masih belum sekekar sekarang. Seragam X-Men yang dikenakan Wolverine tak seperti dalam komik.

Namun begitu, ada garis kuning yang menjadi jejak seragam aslinya dari kisah komik dan serial animađam mê. Tak lupage authority juga cerutu yang menjadi ciri khasnya. Topengnya pun ditanggalkan karemãng cầu sutradara Bryan Singer tak ingin thanh lịch mutung terlihat seperti badut.

*

Tak ada perubahan yang sangat kentara dari Wolverine di film pertama dan film kedua X-Men. Di sini, Wolverine kembali mengenakan seragam X-Men dari film sebelumnya. Meskipun begitu, kita banyak melihatnya mengenakan kaus tanpage authority lengan di adegan awal. Potongan rambut Wolverine di X2: X-Men United juga lebih rapi ketimbang film pertamanya.

Di film ini, Wolverine sudah mulai menanggalkan sisi mê egoisnya dan lebih mementingkan keselamatan mutan-mutung mudomain authority X-Men. Ia bahkan secara terang-terangan mulai mengungkapkan cintanya padomain authority Jean Grey yang disukainya sejak film pertama meskipun ia sempat ditipu oleh penyamaran Mystique.


*

Dalam film ketiga X-Men ini, Wolverine tak banyak mengenakan seragam X-Men. Ia kembali mengenakan kaus tanpa lengan serta jaket coklat yang juga dipakai di dua film sebelumnya. Hugh Jackman membuat sedikit perubahan padomain authority rambutnya meskipun tetap dengan style Wolverine. Seragam X-Men yang dipakainya di akhir film ini pun tak mengelamày perubahan dari dua film sebelumnya.

Dalam film ini, Wolverine juga mulai menyadari pentingnya kerjasama tim dalam X-Men. Ia juga masih menyimpan rasa cintanya kepada Jean Grey yang sudah berubah sebagai Phoenix. Akhirnya, Wolverine harus mengorbankan perasaan cintanya itu di akhir film secara memilukan.



X-Men Origins: Wolverine mengangkat kisah masa lalu Wolverine, di mana quý phái mutung terlihat menggunakan berbagai macam gaya. Mulai dari style abad ke-19, Perang Dunia II, hingga tentara Amerika di Perang Vietphái nam. Namun lagi-lagi, Hugh Jackman lebih banyak menggunakan kaus tanpa lengan serta jaket coklat yang desainnya lebih mirip dengan vertê mê komik.

Tubuh Hugh Jackman dalam film bertema asal usul Wolverine ini juga terlihat lebih kekar dan sangat berbeda dengan verham sebelum-sebelumnya. Wolverine juga beberapa kali mengenakan busana kasual bergaya era 1970-an.

*

Sejak awal film ini, Wolverine mecó tak terlihat sama sekali. Namun penonton dibuat terkejut ketika wajah Hugh Jackman muncul di tengah film. Di sinilah kita bisa melihat untuk pertama kalinya Wolverine tampil sebagai cameo. Di situ, ia terlihat sangat kasual dengan busamãng cầu yang tampak keren bagi pria tahun 1960-an.

Meskipun tampil kurang dari 30 detik, namun kalimat yang diucapkannya, tak dapat dilupakan fans. Saat Profesor X muda dan Magneto muda hendak merekrutnya, ia hanya berkata, "Go f**k yourself.

Xem thêm: Hướng Dẫn Chia Mạng Con

" Alhasil, adegan tersebut banyak dianggap sebagai salah satu cameo terbaik di film superanh hùng.


Penampilan Wolverine di film kedua yang berjudul The Wolverine, tak meninggalkan kembali busamãng cầu kebanggaan Hugh Jackman sebatua sang murã, kaus putih tanpa lengan. Di sini, Hugh Jackman juga terlihat mulai banyak memamerkan otot-ototnya yang semakin kekar.

Jas hitam yang dipakai untuk adegan pemakaman juga tampak dominan. Terdapat juga jaket coklat yang menjadi ciri khasnya. Di sini, potongan rambut Hugh Jackman tampak lebih pendek ketimbang sebelumnya.

*

Siham egois Wolverine dalam film ini masih terlihat jelas sejak awal film. Namun begitu, ia memiliki ikatan yang kuat dengan pria Jepang yang diselamatkannya pada saat Perang Dunia II. Tampak juga Wolverine sudah mulai move on dari Jean Grey setelah bertemu dengan wanita Jepang bernama Mariko Yashida.


Peran Wolverine kembali dominan di tyên ổn X-Men dalam film X-Men: Days of Future Past. Kali ini, Wolverine mengenakan seragam futuristik di awal film. Meskipun begitu, ia juga banyak memakai busamãng cầu kasual era 1970-an ketika pikirannya berpindah ke tubuhnya di masa lalu.

Tumbennya, di sini Wolverine tak terlihat mengenakan kaus putih tanpa lengan kebanggaan Hugh Jackman. Namun, tubuh sang aktor yang semakin kekar masih tetap diekspos di awal film. Dalam film ini, ada sedikit uban di siyêu thích rambut Wolverine, menandakan bahwa usianya sudah semakin tua.

*

Watak Wolverine di X-Men: Days of Future Past sudah tak terlalu egois. Ia lebih memedulikan nasib muchảy dan umat manusia dengan merelakan dirinya pergi ke masa lalu. Bahkan, ketika ia bertemu dengan Profesor X muda, Wolverine berpesan agar Profesor X menjaga ketiga muridnya: Cyclops, Jean Grey, dan Storm.


Dalam X-Men: Apocalypse, Wolverine tampil dalam sebuah adegan cameo. Berbedomain authority dengan penampilannya di X-Men: First Class, kali ini Wolverine lebih brutal dan buas. Ia digambarkan baru pertama kali dijadikan sebagai objek eksperimen adamantium.

Di film ini, Hugh Jackman tak mengenakan baju. Namun penampilannya dibuat mirip dengan Wolverine dalam komik aslinya setelah menjadi korban eksperimen. Kepala dan tubuhnya terlihat dililit oleh semacam alat khusus. Wolverine dalam film ini digambarkan mengalamày syok dan seperti tak memiliki perasaan sama sekali.

*

Sebatua tambahan, wajah Hugh Jackman juga muncul di franchise X-Men pada awal 2016 dalam film Deadpool. Wajahnya terpampang dalam sebuah topeng di akhir film.


Sebagai film pamungkas Wolverine, Logan menggambarkan masa tua quý phái murã bercakar besi. Di sini, sudah mulai terlihat banyak uban yang menghiasay đắm rambut Wolverine. Busamãng cầu yang dikenakannya pun cukup rapi, kemeja putih dengan jas. Maklum saja, ia dikisahkan sebagai supir online yang harus berhadapan dengan banyak klien.

Seperti halnya dalam X-Men Origins: Wolverine dan The Wolverine, Hugh Jackman kembali mengenakan kaus putih tanpage authority lengannya saat berakting di adegan laga. Namun, terdapat juga momen ketika ia menutupi kausnya itu dengan kemeja biru. Tampaknya, busana bukan menjadi satu masalah dalam film ini, mengingat kisahnya yang bertempat di tahun 2029.

Xem thêm: " Con Hươu Tiếng Anh Là Gì ? Một Số Thuật Ngữ Liên Quan Đến Nhung Hươu

*

Di film Logan, Wolverine lebih mementingkan keselamatung Profesor X dan teman barunya, Caliban. Ketika ia dihadapkan padomain authority gadis kecil bernama Laura, ia sempat enggan membantunya. Namun seiring berjalannya waktu, Wolverine mulai menyadari betapage authority Laura sangatlah penting baginya dan kaum muchảy yang mulai hampir punah.